Wednesday, October 4, 2017

CONTOH LAPORAN LAPORAN ON THE JOB TRAINING





DEPARTEMEN HOUSEKEEPING

DI THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA



DISUSUN OLEH
NAMA           : I NYOMAN CIRI ASTANA
NIM                : 16.2.1.02.0084
JURUSAN     : BASIC LEVEL HOUSEKEEPING



MEDITERRANEAN BALI
TAHUN 2016/2017
 

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN ON THE JOB TRAINING
DEPARTEMEN HOUSEKEEPING
DI THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA

Telah disetujui dan disahkan oleh :
Derctor Of Housekeeping
THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA





(…………………………….)


Mengetahui,
Direktur Mediterranean Bali






( ANAK AGUNG GEDE ABDIARTA,SE )


Training Manager
THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA





(…………………………….)

 












                                                                                                                    

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................          i
HALAMAN PENGESAHAN..................................................................          ii    
DAFTAR ISI.............................................................................................          iii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................          1
1.1  Latar Belakang on the job training.................................................          1
1.2  Tujuan on the job training...............................................................          1
1.3  Manfaat on the job training............................................................          2
1.4  Metode Pengumpulan data.............................................................          3
BAB II GAMBAR UMUM HOTEL........................................................          5
2.1  Sejarah berdirinya The Payogan Villa Resort &  Spa.....................          5
2.2  Lokasi dan fasilitas The Payogan Villa Resort &  Spa...................          6
2.3  Struktur Organisasi Housekeeping.................................................          14
BAB III KAJIAN PUSTAKA..................................................................          15
3. 1  Pengertian Hotel...........................................................................          15
3. 2  PengertianRestoran.......................................................................          19
3. 3  Pengertian Housekeeping.............................................................          19
3. 4  Pengertian Public Area.................................................................          20
3. 5 Pengertian Laundry.......................................................................          20

BAB IV PELAKSANAAN......................................................................          21
4. 1   Waktu dan Tempat On The Job Trainning..................................          21
4. 2  Jadwal Pelaksanaan On The Job Trainning..................................          21
4. 3  Obyke Pelaksanaan On The Job Trainning..................................          21
4. 4  Hubungan Kerja Antara Departement..........................................          26
4. 5 Kendala – kendala yang di hadapi dalam On The Job
Trainning........................................................................................          29
4. 6 Upaya penyelesaian kendala..........................................................          29
BAB V PENUTUP....................................................................................          30
5. 1 Kesimpulan....................................................................................          30
5. 2 Saran..............................................................................................          31
DAFTAR PUSTAKA................................................................................          32
LAMPIRAN..............................................................................................          33




 

BAB I

PENDAHULUAN
1. 1        Latar Belakang On The Job Trainning
              Dewasa ini pemerintah Indonesia semakin menggalakan di  bidang pariwisata. Karena hal tersebut sangat menguntungkan untuk membuka lapangan kerja disamping itu juga dapat menambah devisa Negara, pariwisata juga menjadikan Indonesia, khususnya Bali terkenal diseluruh dunia sebagai daerah pariwisata. Karena memiliki adat dan kebudayaan tradisional dan yang unik dan dapat menarik wisatawan. Dengan demikian pemerintah  mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap wisatawan, misalnya dengan mendirikan lembaga pendidikan pariwisata agar lebih terampil dibidang kepariwisataan. Untuk meningkatkan sumber daya manusia di bidangnya. Di kepariwisataan yang saat ini berkembang.
              Penyusunan laporan ini sangat penting, baik bagi penyusunan maupun pembaca, karena laporan ini sebagai ungkapan penulis tentang apa yang penulis kerjakan selama melaksanakan On The Job Trainning di THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA.

1. 2             Tujuan On The Job Trainning
 Adapun tujuan dari On The Job Trainning itu sendiri, yaitu :
a.       Mahasiswa dapat mengetahui keadaan di industri secara utuh, sehingga dapat mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental dalam menghadapi persaingan kerja terutama di dunia pariwisata.
b.      Mahasiswa dapat membandingkan teori di kampus dengan hotel, sehingga lebih banyak mengetahui tentang kinerja yang efektif dan efesien dari hotel tempat melaksanakan On The Job Trainning.
c.       Mahasiswa dapat memiliki pengetahuan yang lebih dalam memahami dunia pariwisata khusunya dibidang Housekeeping atau Department lainnya.
d.      Mahasiswa lebih terampil dalam bidang Department yang mereka tekuni, sehingga bisa di rekrut untuk menjadi karyawan di hotel dan siap untuk bersaing di dunia pariwisata kini.
e.       Sebagai pelatihan dan mencari pengalaman kerja kepada mahasiswa untuk melakukan praktek kerja sesuia dengan jurusan yang diambil.
1. 3        Manfaat On The Job Trainning
1.3.1        Bagi Mahasiswa
a.         Dapat mengapilkasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh sewaktu semasih kuliah sekalipun menambah wawasan dan pengalaman bagi mahasiswa.
b.        Meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab kerja.
c.         Dapat mengetahui perbandingan antara teori dan ilmu yang diperoleh selama masih perkuliahan dengan praktek di lapangan.
d.        Dapat memperoleh gambaran yang nantinya berguna bagi mahasiswa yang bersangkutan apabila telah menyelesaikan perkuliahan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan dunia kerja.

1.3.2        Bagi Perusahaan atau Hotel
a.         Memiliki tenaga kerja yang ahli dan terampil sehingga mampu diserap oleh perusahaan.
b.        Meningkatkan efesiensi dan efectivitas  kerja.
c.         Adanya banyak tenaga kerja sehingga setiap section yang ada di hotel tercover.
d.        Meningkatkan produktivitas kerja.
e.         Meningkatkan mutu hasil kerja.

1.3.3     Bagi Akademik
a.             Mampu menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan tentunya banyak diserap oleh perusahaan atau hotel.
b.             Mampu meningkatkan tenaga kerja yang siap bersaing dengan tenaga kerja asing yang kini banyak berdatangan.
c.             Dapat kembali meningkatkan mutu pendidikan yang kurang sehingga dapat meningkatkan tenaga kerja yang termpil.
d.            Adanya sumber tenga kerja yang baru.
e.             Terbukanya lapangan kerja.
1.4    Metode Pengumpulan Data
                    Dari penyusunan laporan ini penulis dapat menyelesaikan laporan ini dari :
1.      Observasi
Dalam metode ini penulis melakukan observasi/pengamatan secara langsung di tempat On The Job Trainning mengenai tempat, peralatan dan fasilitas-fasilitas lainnya yang ada di THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA.
2.      Interview/wawancara
Dalam metode ini penulis secara langsung melakukan wawancara atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada staff  atau senior di tempat kerja demi mendapatkan informasi mengenai pengetahuan atau data yang diperlukan dalam pembuatan atau penyusunan laporan On The Job Trainning ini.
3.      Media internet
Dalam metode penulisan melakukan penelusuran media internet mengenai informasi-informasi yang diperlukan dalam pembuatan/penyusunan laporan On The Job Trainning ini.
4.      Literatur
Dalam metode ini penulis mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam berbagai jenis seperti : majalah, brosur, dll. Sehingga dapat memudahkan penulis dalam pembuatan atau penyusunan laporan On The Job Trainning ini.




BAB II
GAMBARAN UMUM HOTEL
2.1              SEJARAH SEJARAH SINGKAT THE PAYOGAN VILLA RESORT AND SPA
The Payogan Villa Resort and Spa adalah suatu upaya pengembangan property pariwisata di kawasan ubud utara dari Camplung Sari Hotel and Resort management yang bernaung di bawah PT. Gema Indah Abadi di Denpasar Bali. Adapun owner dari PT. Indah Abadi ialah adalah seorang putra Gianyar yang bernama Bapak Pande Kompyang. Sedangkan Camplung Hotel and Resort management dijabat  oleh Bapak Pande Agus Widura. Cmplung Hotel dan Resort membawahi 3 property pariwisata yang bergerak di bidang jasa akomodasi perhotelan yaitu : The Payogan Villa Resort and Spa Champlung Sari Ubud dan Champlung Mas Legian Kuta.
The Payogan Villa Resort and Spa mulai berdiri dengan bangunan fisik sekitar tahun 1997 dan berakhir sekitar tahun 2003. The Payogan Villa Resort and Spa berdada diantara 2 Banjar Bunutan dan Banjar Payogan Kedewatan Ubud. Nama “ Payogan” Karena letak Villa yang memiliki konsep yoga dengan luas tanah sekitar 12 hektar termasuk View yang total memiliki 32 Villa 2 Restaurant ruangan yoga dan tempat Spa.
Dengan berdirinya The Payogan Villa Resort and Spa di harapkan dapat membantu pembangunan pariwisata di Kedewatan Ubud dan sekitarnya.


2.2              LOKASI DAN FASILITAS di THE PAYOGAN VILLA RESORT AND SPA
2.2.1    Lokasi
The Payogan Villa Resort and Spa terletak di antara  dua banjar yaitu Banjar Bunutan dan Banjar Payogan Kedewatan Ubud, nama Payogan  di pakai Karena letak villa yang memiliki konsep yoga dengan luas tanah sekitar 12 hektar termasuk View yaitu total memiliki 32 Villa 2 Restaurant ruangan yoga dan tempat Spa.
2.2.2    Fasilitas-fasilitas di The Payogan Villa Resort and Spa
Dengan berdirinya The Payogan Villa Resort and Spa diharapkan membantu pembangunan pariwisata di kawasan Ubud Utara, serta dapat menyerap tenaga-tenaga yang berbeda di kawasan Ubud Utara dan sekitarnya.
Fasilitas-fasilitas yang tersedia di The Payogan Villa Resort and Spa antara lain :
1.              40 kamar dimana masing-maing kamar terdiri 1 pool kecuali dulek room 2 kamar dengan 1 pool dan 101-104.
2.              Lesung restaurant.
3.              Ganesha Lounge.
4.              24 hours room service.
5.              The sawah restaurant.
6.              A large from swimming pool with sutra Up bar.
7.              A private pool in each pool villa.
8.              Split air conditioning with individual control.
9.              Private stereo sound system in the villa (VCD/CD) dan casing.
10.          Wide selection of VCD/CD and cassette area available for guest to borrow.
11.          Telephone with international direck call.
12.          Dlat screen color TV with suitable channels.
13.          Refrigerator & minibar.
14.          Coffe and tea making facilitie.
15.          Jelektonic and room sevice.
16.          Bathroom scale it every villa.
17.          Laundry & valet service.
18.          In restaurant buggy car service.
19.          Mountain bikes.
20.          Car here and tour desk.
21.          Airprt transoper.
22.          Limousive service.
23.          Free suthell service a round Ubud Area.
24.          Forcing exchange.
25.          Souvenir & drug store.
26.          Internet service.
27.          The wisudha cakra library.
28.          Jogging treek & open air kitnes.
29.          Village walk and tracking.
30.          Fine art galery.
31.          Wallnes spa and health treatmen facilities.
32.          Meditation center (wasista yoga).
Kategori villa.
Villa-villa yang ada di The Payogan di bangun dalam bentuk “CLUSTERS”(Kumpilan) yang mana tiap-tiap kumpulan diberikan nama sesuai dengan konsep hotel yaitu istilah-istilah yoga. Adapun jenis-jenisnya antara lain :
1.          Muladhara Cakra Villa
Published Rate: U$$ 400. Terdiri dari 4 villa dengan hotel bed holywood twin bed. Semua villa memiliki kebun sendiri, tempat mandi semi open dengan shower serta toilet berpisah.
2.              Ajna Cakra Villa
Published Rate: U$$ 400. Terdiri dari 4 villa dengan pemandangan perbukitan yang mana terikat aliran sungai sayan. Tempat tidur double dengan arsitektur khas Bali kelambu dan meja makan. Disamping itu juga terdapat daybed yang biasa digunakan untuk tamu relaxed  serta air terjun yang di kombinasikan dengan kebun yang di dalam kamar yang alami.
3.          Anahata Cakra Villa
Published Rate: U$$ 400. Terdiri atas 5 villa dengan pemandangan jurang, bukit yang hijau, sungai dengan balconnya yang cukup luas sehingga pemandangannya yang luas untuk menikmati pemandangan alam yang alami.
4.          Sahasara Cakra Villa
Published Rate: U$$ 600. Terdiri atas 4 villa yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap dengan pemandangan yang sangat bagus yakni jurang, bukit yang hijau dengan garden yang tertata dengan baik. Bale – bale bengong yang di sediakan untuk tempat  makan dan juga salah satunya lagi untuk massage. Disamping itu sahasara cakra villa juga memiliki kolam renang sendiri sangat cocok untuk tamu-tamu yang sedang berbulan madu.
5.          Manipura Cakra Villa
Published Rate: U$$ 850. Terdiri atas 6 villa yang memiliki pesona yang tidak kurang dari sahasara cakra villa, yakni memiliki bale bengong, kolam renang sendiri dan yang khas sari manipura adalah memiliki 2 tempat tidur. Villa ini sangat cocok untuk tamu-tamu keluarga.
                                  Jenis-Jenis Akomodasi
1.              One Bed Room Pool Villa
Masing-masing terletak di tepi atas lembah sungai, sawah dan vegetasi hutan beras dari menghadap pegunungan, masing-masing villa memiliki kolam renang pribadi out door bale pavillium dengan meja makan dikombinasikan luas kamar tidur dengan 4 king size paster tempat tidur dan ruang tamu besar udara terbuka dengan kamar mandi bak cekung dengan pancuran terpisah dan juga ruang ganti, fitur klasik tradisional yang dipahat dari batu. Lantai pertama memiliki pintu masuk terpisah dan fitur gabngan yang hidup dan kamar tidur dengan en-suite kamar mandi dan balcony yang menghadap ke kolam renang dan lembah. Dalam kamar meja makan dengan 4 kursi dan sapu lantai setteebath fitur selected art bekerja.
                                               Room Size
                                              Room                           : 36,7 M2
                                              Bathroom                    : 16,5 M2
                                                             bed Configuration       : Double
                                              view                             : Valley view with private poll
2.              One Bad Garden Villa
Sekelompok dari 4 villa kamar tidur masing-masing menampilkan taman bertema pribadi dikombinasikan hidup dengan kamar tidur dan 2 single bed besar terbuka, kamar mandi dengan bed cekung, pancuran terpisah dan kamar mandi tertutup.

Room Size
                                              Room                           : 36,5 M2
                                              Bathroom                    : 24,25 M2
                                                             bed Configuration       : Double
                                              view                             : Private garden
3.              Duplek pool villa
Villa ini sepenuhnya teringrasi villa dengan kolam besar dimana 2 kamar memiliki 1 pool tersebut berada di lantai bawah. Villa ini menampilkan sebuah balai luar ruang pavilion, meja makan dengan 4 kursi gabugan besar, kamar tidur dengan ruang tamu dengan 4 poster tempat tidur ukuran raja dan sofa terbuka langsung ke luar kolam dengan luas pemandangan lembah sungai, kamar tidur utama dengan kamar mandi terbuka dengan bed cekung, pancuran terpisah dengan ruang ganti. Lantai pertama memiliki pintu masuk terpisah dan fitur gabungan yang hidup dan kamar tidur dengan suite kamar tidur.
Room Size
                                              Room                           : 60 M2
                                              Bathroom                    : 16 M2
                                                             bed Configuration       : Double
                                              view                             : Valley view and river view
1.              Lesung Restaurant
Lesung restaurant merupakan restaurant utama yang ada di The Payogan Villa Resort and Spa  yang melayani breakfast, lunch, dinner. Terdiri dari 60-80 tempat duduk dengan jam buka dari 11.00 am sampai 23.00 pm. Menu yang disediakan meliputi internasional menu dengan sentuhan mediteranian dengan pengembangan makanan-makanan dari beras.
2.              Sawah pavilium
Merupakan pilihan lain yang di tawarkan oleh hotel kepada para tamu untuk mencoba restaurant kesehatan yang sangat erat hubungannya dengan Spa. Disini diperkenalkan makanan-makanan yang menggunakan bahan-bahan rendah kolesterol, sayur-sayuran organic dengan presentasi masak di depan. Tamu kapasitas duduk mencapai 40-60 orang dengan  jam buka 07.00 am – 11.00 pm.
3.              Ganesha Lounge
Lokasinya satu level di atas lobby dengan pemandangan yang sangat menakjubkan yang langsung menuju kearah bukit, jurang, sungai, dan tak kalah gunung yang tertinggi di Bali  yakni Gunung Agung bisa di lihat dari sini. Kapasitas tempat duduk mencapai 18-20 orang. Jam buka 11.00 am – 23.00 pm. Merupakan lounge untuk tamu-tamu yang mau lebih relaxed dengn pilihan makanan-makanan ringan dan juga untuk tea break/ afternoon he-tea.
4.              Swim Up Bar
Berada di areal kolam renang yang menyajikan dan menawarkan minuman segar kepada para tamu yang renang maupun yang ingin berjemur dengan pilihan minuman yang berpariasi baik yang beralkohol ataupun yang tidak beralkohol dengan makanan ringan sebagai pilihan untuk tamu.
5.              Villa Service
Di The Payogan Villa Resort and Spa menyediakan pelayanan villa service selama 24 jam.
6.              Library/Internet Centre (Wisudha Cakra)







Text Box: Executive
Housekeeper

2.3 Struktur  Organisasi Housekeeping
 
















BAB III
KAJIAN PUSTAKA
3.1    Pengertian Hotel
Kata hotel mulai dipergunakan sejak abad ke 18 di London Inggris, yaitu sebagai rumah besar yang dilengkapi dengan sarana tempat menginap yang disewakan secara harian, mingguan, ataupun bulanan. Kata hotel itu sendiri merupakan perkembangan dalam Bahasa Prancis yaitu “Hostel” dan diambil dari Bahasa latin yaitu ”Hospes”, dan mulai diperkenalkan kepada masyarakat umum pada tahun 1979. Sebelumnya istilah hotel yang juga dipakai tempat menginap, yang disebut dengan istilah “SK MENPARPOSTEL no. KM 37/PW.340/MPPT-86. Kini hotel suatu bentuk akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunannya untuk menyediakan layanan akomodasi, makanan, minuman, dan fasilitas tambahan lainnya dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa hotel adalah
1.      Hotel menggunakan bangunan fisik
2.      Hotel terbuka untuk umum
3.      Hotel menyediakan pelayanan dan fasilitas tempat tinggal, makanan, dan minuman, serta fasilitas tambahan lainnya.
4.      Dikelola secara komersial Hotel dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa aspek dan tinjau dari beberapa segi berikut :




3.1.1     Dari segi jumlah kamar
Berdasarkan jumlah kamar yang dimiliki hotel, hotel dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu :
1)      Small Hotel
Yaitu hotel kecil dengan jumlah kamar dibawah 150 kamar.
2)      Medium Hotel
Medium Hotel biasanya dikategorikan menjadi 2 yaitu :
a)      Average Hotel  : Hotel dengan jumlah kamar antara 150 sampai 299 kamar.
b)      Above Average Hotel :  hotel dengan jumlah kamar antara 300 sampai 600 kamar.
3)      Large Hotel
Yaitu hotel besar dengan jumlah diatas 600 kamar.
3.1.2     Dari segi lokasi hotel
 Hotel yang di kalsifikasikan dari segi lokasi dapat dibagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut :
1)      City Hotel
Yaitu hotel yang terletak atau berlokasi di tengah kota, dimana beberapa wisatawan tinggal dan melakukan aktivitas bisnis.
2)      Resort Hotel
Yaitu hotel yang berlokasi di daerah pariwisata, dimana para wisatawan tidak melakukan aktivitas bisnis, tetapi hanya untuk menikmati liburan mereka. Ada beberapa macam jenis Resort Hotel  didasarkan pada loksinya seperti :
a)      Mountain Hotel
Hotel yang berlokasi dipegunungan
b)      Beach Hotel
Hotel yang loksinya disekitar daerah pantai.
c)      Lake Hotel
Hotel yang lokasinya berada di sisi sebuah danau.
d)      Hill Hotel
Hotel yang loksinya diatas bukit
e)      Forest Hotel
Hotel yang lokasinya di daerah hutan terpelihara.
3)      Dari Segi Daerah
Hotel diklasifikasikan dari daerah  didirikannya hotel, hotel dapat dibagi menjadi 3 yaitu
4)      Suburb Hotel
Hotel yang berlokasi di pinggir kota. 
5)      Airpot Hotel
Hotel yang berlokasi dekat dengan bandara
6)      Urban Hotel
Hotel yang berlokasi di daerah pedalaman atau pedesaan dan jauh dari daerah perkotaan. 

3.1.3     Dari Segi Level atau Mutu (Bintang)
1.      Hotel Bintang Satu (*)
Hotel denga jumlah kamar standar 15 kamar, kamar mandi di dalam kamar hotel.
Kamar standar yang luas kamarnya minimum 20m2.
2.      Hotel Bintang Dua (**)
Disebut hotel berbintang 2 karena jika dilihat dari segi bangunan hanya memiliki jumlah kamar sekitar 20 kamar, 1 suite room, kamar mandi didalam kamar hotel. Dengan ukuran kamar standar minimum 22m2. Ukuran kamar suite minimum 44m2.
3.      Hotel Bintang Tiga  (***)
Hotel berbintang 3 memiliki jumlah kamar 30 kamar, 2 suite rooms, kamar mandi di dalam kamar hotel.
Ukuran kamar standar minimum 24m2. Ukuran kamar suite  minimum 48m2.
4.      Hotel Bintang Empat (****)
Hotel berbintang 4 memiliki jumlah kamar standar sebanyak 50 kamar, 3 suite rooms,  dan kamar mandi di dalam kamar hotel.
Luas kamar standar minimum 24m2. Luas kamar suite minimum 48m2. Dan memiliki lobby dengan luas minimum 100m2.



5.      Hotel Bintang Lima  (*****)
Hotel berbintang 5 memiliki jumlah kamar standar sampai 100 kamar, 4 suite rooms. Terdapat restoran dengan layanan kamar selama 24 jam dalam seminggu.
Luas kamar standar, minimum 26m2 . Luas Kamar suite, minimum 52m2 .
3.2    Pengertian Restoran
Menurut Lawson, 1976;27, “Restoran adalah bisnis yang menyediakan makanan dan minuman untuk dijual kepada konsumen”. Restoran tidak hanya melayani kebutuhan sosial tetapi juga melayani kebutuhan biologis. Berbagai macam alasan yang dimiliki orang ketika memutuskan untuk makan di restoran antara lain untuk melepaskan diri dari kebosanan, untuk mendapatkan pelayanan yang baik sehingga untuk menikmati makanan di restoran akan begitu nyaman, selain itu untuk merasakan jenis-jenis makanan yang terdapat di restoran itu sendiri. 
Restoran adalah suatu usaha komersil yang menyediakan jasa pelayanan makanan dan minuman bagi masyarakat umum dan dikelola secara profesional untuk mendapatkan suatu keuntungan.

3.3    Pengertian housekeeping
Housekeeping adalah salah satu bagian department yang ada didalam hotel yang menangani hal-hal yang terkait dengan keindahan, kerapian, kebersihan, kelengkapan seluruh kamar, dan juga seluruh areal umum lainnya agar seluruh tamu dan karyawan merasa nyaman didalam hotel.
3.4    Pengertian Public Area
Public area  adalah salah satu bagian yang berada dalam housekeeping department  yang menangani semua urusan mengenai kebersihan, kerapian, kelengkapan kenyamanan semua area umum yang berpengaruh terhadap ketertarikan tamu untuk memakai jasa di dalam hotel.
Tempat-tempat yang dijaga kebersihannya oleh public area meliputi toilet, lobby, basement, office, dan semua area yang penting untuk menarik tamu datang ke hotel. 

3.5    Pengertian Laundry
Laundry adalah proses pencucian baik kain atau pakaian yang menggunakan media air dengan detergen laundry, pelembut dan pewangi baik secara manual ataupun dengan mesin laundry.
Laundry bertugas menjaga dan menyediakan linen-linen untuk dalam keadaan bersih setiap harinya. Serta keperluan linen-linen lain seperti, linen untuk kamar, meeting room, serta membersihkan pakaian tamu yang kotor.





BAB IV
PELAKSANAAN ON THE JOB TRAINING
4. 1         Waktu dan Tempat On The Job Training
Pelaksanaan on the job training dimulai dari tanggal 01 januari 2017 sampai dengan 01 juli 2017. Yang bertempat di THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA.  
4. 2            Jadwal pelaksanaan On The Job Training
4.2.1         Jadwal Pelaksabaab di floor (public area)
1.      Shift pagi ( 07.00 – 15.00)
2.      Shift siang  ( 11.00 – 19.00)
3.      Shift siang ( 12.00 – 20.00)
4.      Shift sore  ( 15.00 – 23.00)
4.2.2         Jadwal Pelaksanaan di room
1.      Shift Pagi   ( 08.00 – 16.00)
4.2.3         Jadwal pelaksaan di laundry dan linen runer
1.      Shift Pagi   ( 08.00 – 16.00)
4. 3            Obyek Pelaksanaan On The Job Training
4.3.1         Room Section
1.      Tugas dan tanggung jawab
Room adalah suatu ruangan yang didalamnya memiliki berbagai fasilitas pendukung yang sangat lengkap. Kama dari itu perlu dikakukan perawatan dan pembersihan room secara rutin untuk menjaga kebersihan dan kerapian di kamar, adapun tugas dan tanggung jawab pada room section di THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA. Adalah :
1.      Make up room
2.      Special bad room
3.      Keep clean and tidy the room and bathroom
4.      Kelengkapan kamar guest supplies  dan guest amentities
1) Prosedur Kerja
1.      Make up room
Sebelum bekerja dilakukan prepare cleaning supplies and cleaning aquipment untuk room  dan adapun langkah-langkah make up room adalah sebagai berikut :
a)        Ketok pintu kamar 3 kali
b)        Masuk, check room dan striping linen kotor
c)        Bawa sampah, dan linen kotor keluarkan kemudian mengambil carry cady,  sambil mengambil linen bersih.
d)       Semprot chemical  pada seluruh  area di bath room dan cuci mug  dan tumbler.
e)        Making bed
f)         Setelah  making bed  kemudian ke bathroom  untuk membersihkan semua chemical, dari Toilet  terakhir di shower bersihkan dan keringkan juga set up  kelengkapan yang ada di bathroom.

g)        Dusting
Dusting dilakukan seperti arah jarum jam agar tidak ada yang terlewati, dan cek kekurangan seperti kopi gula dan yang lainnya.
Lengkapi guest amenities  dan guest supplies baik di bathroom  maupun di room.
h)        Vacuum
Vacuum mulai dari balcony kemudian di kamar dan cek dibawah bed agar tidak terdapat benda maupun pasir, terakhir vacuum dan bathroom.
i)          Mop
Mop room dan bathroom.
j)          cek terakhir bahwa telah dilengkapi sesuai dengan standar hotel di THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA.
4.3.2         Public Area
1.      Tugas dan tanggung jawab
Publik area  bertugas untuk menjaga seluruh area atau section seperti yang didapat di corridor baik toilet maupun lainnya untuk tetap dalam keadaan clean dan shiny
2.      Prosedur kerja
a.    Persiapan alat
1.       Broom
2.       Dustpen
3.       Squeeze
4.       Stick mop
5.       Bucket
6.       Sponge
7.       Garbage humper
8.       Toilet brush
9.       Vacuum
10.   Cloth
11.   Window washer
12.   Selling brush
b.    Persiapan chemical
1.        Furniture polish
2.        Glass cleaner
3.        Toilet cleaner
4.        MPC (Multi Porpuse Cleaner)
5.        Room represer
6.        Marble cleaner
7.        Metal shine
8.        Shine up
9.        Handsoap
10.    Bli clean


c.       Check semua tangga untuk memastikan tangga dalam keadaan kering.
d.      Standar operasional prosedur cleaning corridor di THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA. Start dari jam 07.00
1.   Membersihkan area rooftop baik area swimming pool, toilet rooftop, restaurant dan set up pool towel.
2.   Membersihkan area meeting room dan membersihkan toilet meeting room
3.   Membersihkan area lobby, office FO, gym, tangga lobby, toilet lobby
4.   Mengecek mat dan dibawah mat bersih
5.   Dusting semua railing, fire exthinguisher, guest elevator, guest stairs, hydrant box, wall plugs, table and chair guest setting area.
6.   Squeeze kaca di ujung corridor
7.   Vacuum dan mop tanpa menggunakan chemical di pagi hari harus dibersihkan setiap blok pada corridor.
8.   Dan ketika mop dan lantai masih basah hendak memasang sign wet caution floor 2 pieces setiap block area untuk memastikan keselamatan tamu.
9.   Wet sign  hanya dipasang ketika lantai masih basah, dan sebaliknya jika kering di taruh di belakang standing asthray.
10.    Cleaning Basement baik area toilet basement, linen room accounting office, sales and marketing, canteen dan office housekeeping.
11.    Cleaning and tidy the pantry, termasuk membersihkan toilet  dan mengisi perlengkapan di hotel.
12.    Mengumpulkan alat-alat kerja
13.    Mengumpulkan semua sampah
14.    Melakukan Special Cleaning sesuai dengan jadwal
4. 4            Hubungan kerja antara department
1.         Housekeeping Departement dengan Front Office Departement
Hubungan housekeeping department dengan front office department memiliki hubungan emosional bagaikan dua sisi mata uang, saling membutuhkan, saling keterkaitan satu sama lain tetapi tidak sering pula terjadi konflik.  
Housekeeping department berkewajiban membersihkan, menata, mempersiapkan kamar tamu, menata, mempersiapkan kamar tamu, dan Front office department menjualnya.
Oleh karenanya hubungan keduanya harus sinergi, memiliki kesamaan visi, semangat semangat yang sama, dalam tehnik kerja membangun kesamaan maka agar tidak terjadi missed communication, berbentuk kesamaan ini bisa ditunjukkan dengan contohnya dalam penggunaan istilah dalam system  mengenai update status kamar tamu. Istilah-istilah laporan status kamar tamu yang merupakan abbreviation in harus dipahami oleh kedua department tersebut.
Adapun istilah-istilah itu misalnya Vacant Clean (VC), Vacant Clean Inspection (VCI), Vacum Dirty (VD), Sleep Out (SO), Occupaid No Languagge (ONL), Out of Service (OS) Out of Order (OO), Do not Distrub (DND).
2.         Housekeeping Departement dengan Food and Bevrage Departement 
Kerjasama antara housekeeping dengan food and beverage adalah untuk membersihkan dan merawat setiap outlet seperti :
1.      Minibar dalam kamar
2.      Restaurant
3.      Bar
4.      Function room
5.      Kolam renang dan lainnya
FB menggunakan linens (napkin and table cloth) dalam operasional hariannya, maka housekeeping harus menyediakan linen-linen tersebut dalam keadaan bersih setiap harinya.

3.         Housekeeping Dengan Engineering
Hubungan kerja sama antara housekeeping dengan engineering memiliki  hubungan yang sangat erat, dan saling menunjang satu sama lainnya, terutama dalam hal perbaikan dan pemeliharaan inventaris asset hotel baik di kamar maupun area public. Engineering bertugas terhadap perawatan terhadap perbaikan segala kerusakan peralatan, interior dan exterior dikamar dan pablik area agar kerusakan tersebut

4.         Hubuangan Housekeeping dengan HRD
Kerjasama Housekeeping dengan HRD adalah hubungan ketenagakerjaan  seperti perencanaan, pengadaan dan pelatihan. Proses ini mulai dari menyaring, merekrut, orientasi, pelatihan, promosi, hingga pension, perencanaan berarti bekerjasama dalam menyusun jumlah tenaga kerja yang akan diangkat sesuai dengan kebutuhan di housekeeping.

5.         Accounting Departement dengan
Perlu diingat bahwa housekeeping adalah salah satu department yang dalam kegiatan bisnisnya merupakan penyumbang revenue yang cukup tinggi, akan tetapi housekeeping juga merupakan cost center. Selain karyawan yang cukup banyak juga kebutuhan akan peralatan-peralatannya costnya tinggi.  Oleh karenanya seorang executive housekeeper  harus pandai membaca profit and loss statement. Dengan mencermati setiap nilai angka yang tertera pada P & L statement  tersebut dengan teliti lalu sesuaikan data tersebut dengan yang dimiliki internal sendiri, apabila terjadi perbedaan, sebaiknya clarified  terlebih dahulu dengan chief accountant. Yang pada umumnya terjadi adalah kesalahan pada postingan Purchase request kebutuhan operational Housekeeping Departement dengan kebutuhan operational engeneering department atau department lainnya. Accounting department akan memberikan profit and loss statementnya setiap bulan, tentunya berdasarkan data yang didapat dari purchase department untuk  cost untilitiesnya, dan cost of employee.



4. 5            Kendala-kendala yang dihadapi dalam on the job training
Kendala-kendala yang dialami penulis selama melaksanakan Praktek Kerja Nyata di  THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA antara lain :
a.    Kurangnya sarana dan prasarana dalam operasional kerja, sehingga menyebabkan terhambatnya suatu pekerjaan pada saat melayani tamu
b.    Kurangnya penguasaan bahasa asing selain bahasa inggris, sehingga menyebabkan sering terjadi miss communication antara tamu dengan housekeeping.
c.    Saat musim hujan sering terjadi banjir di corridor
d.   Pengurangan Over Time saat bekerja

4. 6            Upaya penyelesaian kendala
Adapun upaya untuk menyelesaikan kendala yang dihadapi adalah :
1.    Saat terjadi kekurangan alat, sesegera mungkin untuk menghubungi  supervisor untuk meminta alat tambahan
2.    Saat terjadi kesulitan dalam berkomunikasi dengan para tamu, kita dapat menggunakan bahasa tubuh atau langsung meminta bantuan kepada senior
3.    Memasang towel yang rusak atau yang sudah  tidak dapat digunakanlagi didepan tangga untuk menanggulangi banjir pada corridor ketika masih hujan dan memasang caution wet floor. Dan ketika hujan reda dengan segera mengeringkan tangga dan area terkena banjir dengan mop kering
4.    Saat Over Time  agar meminta kebijaksanaan dari supervisor.


BAB V
PENUTUP
5.1         Kesimpulan
Setelah penulis menyelesaikan training di THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA diwajibkan membuat suatu uraian tentang apa yang dilakukan selama  On The Job Training.
a.    Penulis dapat dibandingkan antara teori yang didapat selama kuliah dengan kenyataan di industry
b.    Penulis mendapatkan pengetahuan tambahan yang belum didapat di bangku kuliah
c.    Penulis mengetahui fasilitas yang dimiliki oleh THE PAYOGAN VILLA RESORT & SPA dan kegiatan-kegiatan di housekeeping department.
d.   Penulis menjadi lebih disiplin waktu karena selama training penulis harus datang 30 menit sebelum kegiatan dimulai.
e.    Program On The Job Training  merupakan program wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa dan mahasiswi sehingga mampu menerapkan semua teori maupun praktek yang telah diperoleh dari kampus untuk dibawa ke industry dan program ini adalah merupakan salah satu syarat mutlak kelengkapan seluruh program di Mediterranean Bali
f.     On The Job Training di industry dapat dijadikan wadah pembelajaran mengenai tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan.


5.2         Saran
5.2.1             Saran Untuk Hotel
a.    Agar pihak hotel menambah daya cakup trainee  contoh: sebagai housekeeping atau daerah cakupnya tidak hanya di room sama public area tetapi bellboy, pool attendant  dan lain-lainnya.
b.    Sebaiknya parkir karyawan perlu diperhatikan terutama parkir yang begitu minim sehingga parkir kendaraan karyawan mengganggu ruang gerak kegiatan tamu maupun karyawan dalam melaksanakan aktivitasnya ini guna menjaga kenyamanan serta kelancaran aktivitas para pemakai jasa hotel tersebut.
c.    Sebaiknya setiap periode trainee itu ada pemilihan the best trainee sehingga para trainee  lebih termotivasi untuk rajin bekerja dan selalu bertanggung jawab.
d.   Sebaiknya untuk para trainee jangan selalu di berikan Over Time.
e.    Setiap floor atau wing diberikan alat lengkap dan diberi tanda sesuai dengan nama floor sehingga bekerja lebih efisien dan tanggung jawab untuk alat dan section.

DAFTAR PUSTAKA

Robert J Martin “Professional management Housekeeping Operations 3rd” Wiley 1998
Sarticles “Good Housekeeping” Darmius Tarigan www.tatagraha.com
Ludfi Orbani, Bagiyono “Dasar-dasar Housekeeping dan Laundry Hotel”, Yogyakarta 2003
Rumekso, SE” Housekeeping Hotel”, Yogyakarta 2002
Andrews, SudirHotel House Keeping Training manual” New Delhi, 1985
Agus Nawar, A.Md, Par “Operasional Tata Graha Hotel, PT. Gramedia Pustaka Umum,Jakarta, 2000
Rumekso. (2005). House Keeping Yogyakarta: Andi
Darsono, A (2000). Tata Graha Hotel (Housekeeping). Jakarta : Gramedia
Marlina, E. (2009) Kompetensi Housekeeping. Jakarta : Yudistira
Sri, Yayuk 1992 Teori dan Petunjuk praktek Housekeeping untuk akademi perhotelan : Make Up Room Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Suwithi,Ni Wayan. Akomodasi Perhotelan Jilid 2.











LAMPIRAN




                                               



 

No comments:

Post a Comment