Friday, February 9, 2018

Pertukaran-Situasi Laba

Pertukaran-Situasi Laba
Ada substansi komersial. Dalam situasi pertukaran asset non-moneter dan memiliki substansi komersial dan terjadi laba, laba segera diakui. Kos asset tetap yang ,diterima diakui sebesar nilai wajar asset tetap yang diserahkan ditambah uang yang diterima dan segera mengakui laba yang terjadi. Nilai wajar asset tetap diterima dapat dipakai sebagai dasar mengakui asset baru jika terbukti memiliki nilai wajar yang lebih jelas . Berikut ilustrasi perhitungan dan pencatatan transaksi pertukaran dalam situasi ini.

Contoh, tanggal 1 Juli 2015 PT Sempati menukarkan sebuah bus dengan sebuah truk milik PT Simpati. Nilai wajar bus senilai Rp16.000.000 dan nilai ajar truk senilai Rp25.000.000. Kos bus sebesar Rp45.000.000, sampai dengan tanggal pertukaran telah didepresiasi sebesar Rp31.000.000. Kos truk senilau Rp50.000.000,dan sampai dengan atnggal pertukaran telah didepresiasi sebesar Rp20.000.000.Selain itu PT Sempati menyerahkan uang sebesar Rp9.000.000 kepada PT Simpati. Jika truk memiliki kemungkinan menimbulkan aliran kas masa depa,kondisi ini memiliki substansi komersial.
Perhitungan oleh PT Sempati sebagi berikut :
Kos bus                                   Rp45.000.000
Akumulasi depresiasi bus            (31.000.000)
Nilai buku bus                         Rp14.000.000
Nilai wajar bus                             16.000.000
Laba pertukaran aktiva           RP  2.000.000
Kos truk diakui nilai wajar bus ditambah uang yag diserahkan, Rp18.000.000 (berasal dari Rp16.000.000 + Rp2.000.000).Dalam hal ini laba pertukaran perlu diakui sebesar Rp2.000.000. Jurnal yang diperlukan disiapkan oleh PT Sempati adalah :
Truk                                                     Rp25.000.000
Akumulasi depresiasi bus                        31.000.000
            Kas                                                                  Rp9.000.000
            Laba pertukaran Bus                                          2.000.000
            Bus                                                                     45.000.000
Tanpa substansi komersial. Apabila posisi ekonomi PT Sempati dan PT Simpati tidak berubah secara signifikan karena transaksi pertukaran tersebut, laba sebesar Rp2.000.000 yang terjadi harus ditangguhkan pengakuannya oleh PT Sempati. Dengan demikian, kos truk yang diterima PT Sempati akan diakui sebesar :
Nilai wajar truk                       Rp25.000.000             Nilai buku truk            Rp14.000.000
Laba ditangguhkan                 (     2.000.000 )            Kas dibayarkan                  9.000.000
kos truk                                   Rp23.000.000             Kos truk                      Rp23.000.000
Kos truk yang diterima diakui sebesar nilai terendah antara nilai wajar bus dan nilai buku .bus ditambah dengan uang yang diserahkan. Ayat jurnal yang dibuat oleh PT Sempati untuk mencatat transaksi pertukaran adalah :
Truk                                         Rp23.000.000
Akumulasi depresiasi bus            31.000.000
            Kas                                                      Rp9.000.000
            Bus                                                          45.000.000
Ringkasan akuntansi pertukaran asset non-moneter dilakukan seperti ditunjukkan dalam table berikut ini.
PERTUKARAN AKTIVA TETAP
PERTUKARAN
KONDISI
KOS
LABA-RUGI
(1) MEMILIKI SUBSTANSI KOMERSIAL
Tanpa kas
FV Aset Diserahkan
L atau R boleh
Diakui = FV – NB
(FV-NB)
Pengeluaran kas
FV + Kas dibayarkan
Penerimaan kas
FV – Kas diterima
(2) TANPA SUBSTANSI KOMERSIAL
Tanpa kas
Nilai Terendah FV atau NB (+)
Aset diserahkan
L = Tidak diakui
R=Diakui
(FV-NB)
Pengeluaran kas
Nilai Terndah FV atau NB (-)
Kas dibayarkan
Penerimaan kas
Nilai Terendah FV atau NB (-)
Kas diterima

Keterangan: NB= Nilai buku,FV=Fair Value (Nilai wajar), L=Laba, R=Rugi

1 comment:

  1. Kenapa laba atas pertukaran aset yg tidak memiliki substansi komersial tidak diakui sementara rugi diakui ?

    ReplyDelete