Friday, July 13, 2018

Pengalaman Menyapih Anak, kasihan tapi....

Semua ibu pasti ingin memberikan asi ekslusif selama 2 tahun, tapi apa boleh buat
  • ketika kakak berumur 10 bulan saya sudah hamil lagi dan dokter kandungan saya menyarankan untuk segera menyapih kakak agar kehamilan saya ini tidak beresiko dan semua nutrisi bisa diterima calon bayi dengan baik.

Kegalauan pun muncul karena saya baca-baca di gogle bahwa saya masih bisa menyusui kakak sampai umur kandungan saya 7 bulan, tapi ketika saya berkonsultasi dengan teman-teman yang lebih tua dan punya pengalaman yang sama mereka tidak mengijinkan saya untuk menyusui kakak lagi, karena berdasarkan pengalamannya dia mengalami keguguran karena nasih menyusui saat hamil.
Akhirnya saya membulatkan tekad untuk segera menyapih kakak. Pagi hari saya segera membeli susu formula untuk kakak, kemudian ketika dia minta menyusu saya tawarkan susu formula, saya sendokin pelan pelan akhirnya dia mau. Siang sampai sore keadaan aman terkendali, kakak tetap makan dan minum seperti biasa, tetapi saya selingi dengan susu formula.
Nah ketika malam, si kakak mulai merengek minta menyusu, saya sendokin sufor dia menolak, dia nenangis sejadi jadinya sambil menarik narik baju saya. Disinilah keteguhan hati orang tua diuji. Suami saya nenyarankan agar payud#r# saya diolesi odol supaya kakak kapok dan ga mau menyusu lagi, dan benar saja ketika itu kakak sudah nenangis sejadi jadinya dan saya perlihatkan payud#r# saya dan berharap dia jijik dan tidak mau nenyusu tapi ternyata perkiraan saya salah, si kakak malah nyosor saja tanpa melihat, alhasil kakak kepedesan dan nangisnya tambah parah. Air mata saya kembali menetes perasaan bersalah muncul, saya juga kasihan sama kakak tapi ya mau bagaimana lagi, hal ini pasti akan dilewati semua orang tua. Tiga puluh menit kemudian si kakak ketiduran mungkin capek nangis, ketika tidur sesekali dia bangun minta susu tapi saya berikan air, hari itu pun akhirnya saya lewati.
Keesokan harinya teman saya memberikan saran untuk memberikan dot saja, pasti si anak anteng dan ini berlangsung lama. Benar saja hal itu saya turuti dan ini merupakan kesalahan terbesar saya. Si kakak anteng anteng saja minun sufor selama beberapa bulan sampai seorang teman mengingatkan susahnya menyapih kakak dengan payuda#r# dengan dot sama bahkan lebih susah. Akhirnya pada usia 20 bulan saya dan suami memutuskan agar kakak berhenti pakai dot. Pagi sampai sore berjalan mulus tapi ketika malam dia merengek minta susu saya buatkan susu pakai gelas dia menolak, pakai sedotan dia menolak, alhasil malam itu saya dan suami tidak tidur sama sekali. Hal inipun terjadi selama seminggu berturut turut sampai akhirnya kakak bisa tidur sendiri.
Jadi saya sarankan kepada ibu ibu yang mau menyapih bayinya, jangan sekali kali menawarkan dot bila dulunya tidak pernah pakai dot alias menyusu langsung, kalau tidak mau menyapih dua kali seperti saya. Semoga pebgalaman saya bermanfaat ☺

No comments:

Post a Comment